Tips Melakukan Perjalanan Jauh Bersama Balita

April 11, 2019


Selamat malam Mak! Apa kabar hari ini? Alhamdulillah, bae, Mak Dee apa kabar? Aku magerrrr L secara di Batam saat ini cuacanya enak buat leyeh-leyeh di bawah selimut. Dingin ... Brrrr....

Udah dua minggu ini, sinus aku kumat L Dan kalo sinus udah kumat, bawaanya pengen yang anget-anget, minum obat trus banyakin istirahat. L

Tapi bukan Emak namanya kalo ga setrong, yess? Emak mana boleh sakit, Emak harus tetap sehat biar seisi rumah juga sehat. Kalo Emak udah tepar anak-anak mesti ikutan ga semangat dan kadang suka rewel tak tertolong.

By the way, cerita tentang anak rewel, aku paling rempong kalo anak rewel pas lagi perjalanan jauh, misalnya mudik atau liburan gitu. Ada yang pernah ngalamin anak-anak rewel pas mudik?
Aku mau cerita pengalaman mudik tahun lalu nih, Mak. Entah kenapa, kami berdua, aku dan suami kepikiran untuk melakukan transit dulu di Pekanbaru sebelum ke kota tujuan Padang. Seingatku, perbedaan tiket pesawat ga begitu jauh, sih. Cuman, karena lagi pengen aja singgah dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Padang.

2018 itu anak bungsuku, Aqeela, umurnya masih 4 tahun. Umur segitu masih belum terlalu bisa dikasih wejangan ini itu biar ga rewel, ‘kan, yah? Apalagi statusnya Aqeela, diumur segitu masih (maaf) mentil L Mo ga mau, ya ‘kan, Emak kudu pinter atur posisi. Hahaha .... Biar aktivitas yang satu itu tetap jalan dan ga mengganggu moodnya.

Setelah kita terbang dari Batam-Pekanbaru, kita nginep dulu dua malam di Pekanbaru, ceritanya tu jalan-jalan dulu di Pekanbaru, gitu. Tapi, entah karena perubahan cuaca yang waktu itu sedang panas-panasnya di Pekanbaru, Aqeela terserang flu. Sedih banget, mudik tapinyah si bungsu yang biasanya ceria jadi lesu dan rewel. Beruntung sebelum sempat melanjutkan perjalan dari Pekanbaru ke Padang, Aqeela sempat kami bawa ke klinik Dokter. Jadi, aku dan suami sedikit agak tenang.

Kemana-mana ngiterin kota Pekanbaru dengan Si Bungsu yang ga fit itu ga enak, bawaannya pengen tiduran dan minta balik ke hotel. Tapi, karena ada sepupunya yang emang stay di Pekanbaru rame di mobil, Aqeela kembali happy, walaupun lebih banyak ngambeknya dan sensian, dikit-dikit nangis, dikit-dikit treak ... “Oma ... mainan adek di ambil Abang”, “Papa, adek mau itu juga,” atau sepupunya yang gantian treak, “Om Cep, robot abang di copotin adek Qeela palanya, “ dan banyak lagi.

Bepergian ke luar kota membawa anak-anak punya tantangan tersendiri, lho, Mak! Gampang-gampang susah. Terlebih jika anak kita masih usia balita. Butuh stok sabar yang banyak. Belum lagi kalo ga hanya ada satu balita, gimana kalo ada dua, tiga, empat dan .... Arrghhh... Emak tetiba setrong (setress tak tertolong), bener, ga, sih?

Dan kalo Emak udah setrong (baca: stress tak tertolong) dalam perjalanan jauh, itu adalah sinyal bahaya. Hahaha ....

Bukan apa-apa sih, Mak, kalo anak rewel, Emaknya rewel, kasihan si Ayah, jadi sasaran semua kehebohan tak mengasyikkan itu. Apalagi situasinya sedang dalam perjalanan, jauh dari rumah. Kasihan, Si Ayah. Hehe ....

Nah, Mak, aku punya tips nih untuk kamu dan keluarga yang mungkin akan melakukan perjalan jauh ke luar kota di musim mudik nanti.


  • ·         Pastikan, kamu mengecek kondisi kesehatan anak-anak sebelum berangkat.


Minimal 3 minggu sebelum melakukan perjalan, anak-anak sudah dipersiapkan vitamin yang mereka komsumsi, untuk menjaga kondisi kesehatan mereka. Karena kita ga bisa pastiin gimana cuaca kota tujuan kita nanti. Beruntung, jika Mak dan keluarga memang sudah terbiasa mengkomsumsi vitamin setiap hari sebagai pengawal kesehatan keluarga. Jika tidak, tips aku di atas bisa kamu terapkan, yaitu dengan memberi anak-anak vitamin 3 minggu sebelum hari keberangkatan. Tentu saja dilanjutkan mengkomsumsi vitamin selama perjalanan berlangsung, ya, Mak.


  • ·         Hindari suasana yang bisa membuat anak stress.

Nah, ini cerita aku di atas tadi, ya, Mak. Dalam kondisi badan tidak fit, jauh dari rumah yang sudah merupakan comfort zone si anak, perubahan suasana dari rumah ke hotel, atau perubahan cuaca di kota tujuan, udah pasti memberi rasa ga nyaman buat anak balita.

Untuk menghindari anak dari stress, usahakan memilih waktu perjalanan yang nyaman buat anak-anak. Misalnya setelah jam sarapan atau setelah jam makan siang. Pada waktu-waktu itu anak-anak biasanya sudah relaks.

Jika setelah sampai di kota tujuan dengan menggunakan pesawat udara, usahakan untuk memberi anak-anak jeda waktu, sembuh dari jetlag atau perasaan tidak nyaman setelah melakukan penerbangan. Efek setelah melakukan penerbangan pada anak yang biasa dikeluhkan adalah telinga berdenging, pusing dan rasa tidak nyaman karena perubahan tekanan udara selama di pesawat. Kita para orang tua mungkin bisa mengatasinya dengan mengajak mereka bersantai sejenak, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.

Jika sesampai di kota tujuan, keluarga kamu memilih transit di hotel, usahakan memilih hotel yang nyaman buat keluarga, sehingga anak-anak tidak begitu canggung dan tetap merasa nyaman.
Mudik buat keluarga kami sama halnya dengan liburan, jadi kami selalu memastikan anak-anak juga menikmati mudik rasa liburan itu. Ketika sampai di kota transit, ga papa dong, kita menyelingi mudik dengan berwisata, atau setidaknya biarkan anak-anak bermain di playground yang banyak kita temui di mall-mall. Dengan memberi mereka waktu untuk bermain, mereka tentu saja tidak akan merasa tersiksa. Membawa mainan kesayangan mereka juga bisa dijadikan solusi, terlebih jika si anak termasuk yang tidak bisa lepas dari benda kesayangannya.


  • ·         Istirahat Yang Cukup.

Selama mudik rasa liburan atau apakah itu liburan sungguhan, usahakan anak-anak tetap punya tidur yang cukup dan berkualitas. Seperti kita ketahui anak-anak susah dijaga moodnya, apalagi jika jam tidurnya terganggu.

Ada ga sih Mak-emak di sini yang mengalami anak suka rewel jika jam tidurnya kurang? Atau ada ga sih yang balitanya suka tantrum jika kelelahan?
Nah, inilah pentingnya memilih hotel atau penginapan yang membuat anak-anak nyaman.

Waktu perjalanan mudik keluarga kami tahun lalu, selama transit di Pekanbaru, aku dan suami memang sengaja memilih hotel yang nyaman untuk keluarga. Karena memesan family room, jadi anak-anak juga tidurnya enak, kasurnya lapang sama dengan yang ada di rumah. Tapi dalam perjalanan lain waktu itu ke Singapura, kami juga pernah merasakan tidur di kamar standart dengan satu tempat tidur yang diisi 4 orang, aku, suami, Kakak Aisha dan Aqeela. Hahaha ... sayang uangnya, karena di Singapura tarif hotel mahal banget, hahaha ....

·         Sediakan stok cemilan dan minuman kesukaan anak.

“Ma ... Adek mau ini, ini, ini, trus ... ng ... ini,” oceh Aqeela satu waktu di sebuah supermarket sambil memasukkan jajanan pilihannya ke dalam keranjang belanjaan.
Disusul kemudian Si Kakak datang dengan kedua tangannya yang penuh dengan snack dan coklat. Emak cuma bisa angguk-angguk pala sambil mikir, bakalan kemakan ga, ya, makanan sebanyak ini?

Tapi, tahukah kamu, Mak? Membiarkan mereka memilih jajanan kesukaan mereka adalah satu trik untuk membuat mereka anteng selama perjalanan. Apalagi waktu itu kami akan melanjutkan perjalanan ke Padang melalui jalan darat lebih kurang 8 jam.
Kebayang ga tuh, bakalan se boring apa mereka di mobil kalo ga disediakan stok cemilan kesukaan mereka?

Walaupun mungkin mobil akan jadi kapal pecah karena remah-remah makanan berserakan atau bukan tidak mungkin akan ada pertumpahan darah, teriakan, tangisan saat Si Kakak usil merebut makanan Si Adek atau tiba-tiba Si Kakak pelit tidak mau berbagi makanan. Ini adalah keseruan lain saat melakukan perjalan jauh bersama anak-anak, Mak. Moment seperti ini, moment yang suatu saat di masa depan akan menjadi kenangan indah tak terlupakan buat mereka.

Semoga sharing pengalaman yang aku tulis bisa menjadi masukan buat kamu dan keluarga, ya, Mak. Terkadang melakukan perjalanan jauh bersama keluarga itu juga bisa menjadi ajang membuat moment bahagia untuk anak-anak. Anak bisa mengenal kota lain, menikmati keindahan yang berbeda dari sebelumnya.

Keseruan yang tercipta selama dalam perjalanan, pertengkaran kecil antara kakak-adik, teriakan-teriakan manja dan apapun itu yang terjadi dalam perjalanan itu bisa dijadikan pengalaman menarik buat keluuarga.

Melelahkan memang tapi semua lelah itu akan terbayar. Dan, jangan lupa untuk mengabadikan moment anak-anak selama dalam perjalanan. Emak biasanya suka mendadak alih profesi menjadi tukang photo keliling. Hahaha ....

Baca juga tips lain bagaimana melakukan perjalanan dengan anak agar tidak cranky di Blognya Mba Arum. Wajib banget dibaca, apalagi bentar lagi mudik. Psst ... Betewe, Mak udah booking tiket pesawat untuk mudik nanti belum?

Mak ... mau mudik rasa liburan juga, ga?



-d14N-

























You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images