Simplify Your Life

April 20, 2019


Selamat sore, Mak. Selamat sore dari Batam yang sedang diguyur hujan. Alhamdulillah ya ‘kan setidaknya panas membara beberapa hari belakangan jadi agak ademan. Apalagi di daerah rumahku hujannya lumayan deres.

Ngomongin soal hujan, aku jadi inget air. Masa’ tadi aku baca di group Emak-emak rempong besutan Bu RT ada pemberitahuan akan diberlakukan rotasi air bersih, aka bakal ada jadwal air PDAM matik. Huh ... sebel akutu kalo udah kena jadwal air mati, secara bak mandi di rumah pas-pas-an buat 4 orang aja. Musti siapin ember buat nampung, secara kadang suka meleset dari jadwal. Bahaya kalo ga punya air cadangan. Masa iya mau mandi pake air galon.

Curhat nih, ye! Di rumah Emak suka ada kena jadwal air mati, ga? Apa di Batam aja yang suka mati air? :p

Mak, mak .... Pernah, ga, sih, tetiba kepikiran hidup kita ini kadang rempong karena ulah kita sendiri? Karena pikiran-pikiran ga penting di kepala kita yang selalu kita ladeni? Pernah, Mak?

Aku mau curhat lagi nih, Mak. Akutu kan tipe perempuan yang agak-agak overthingking gitu ‘kan yah, segala apa dipikirin, bahkan nih ya, untuk hal sepele yang seharusnya ga butuh di pikirkan lama aku suka ambil waktu lebih untuk memikirkannya lengkap dengan semua kemungkinan-kemungkinannya. Capek, ga, sih? Ya capek, la! Secara setelah sibuk uwel-uwelan di kepala tentang sesuatu itu, ujug-ujug kadang sesuatu itu tetiba beres sendiri tanpa perlu melakukan banyak hal seperti yang terpikirkan oleh kepalaku. Meuni riweuh, kan, akutu. *Hahaha ....

Kepikiran pengen move on dari overthinking, apa daya kayaknya otakku sudah terprogram untuk selalu berpikir. Dan ga bisa aku pungkiri, sifat aku yang begini kadang jadi pembunuh kebahagiaan aku sendiri. Harusnya sudah a step ahead tapi gegara take time untuk berpikir aku masih stuck di tempat dan butuh usaha lebih untuk moving forward.

Source : Pinterest

Apakah menjadi overthinking termasuk pilihan aku sendiri? Entahlah, Mak. Sejak jaman kapan tahun akutu sadar banget kalo ‘overthinking kill my happiness’. Tapi di satu sisi aku menikmati proses aku berpikir itu sebagai tempat aku menempa diri dan belajar lebih banyak lagi tentang kehidupan. Bahwa, sometimes you must realize that things don’t work easily.

Berbicara tentang pilihan, pernahkah kamu memikirkan berapa banyak pilihan yang udah kamu buat dalam kurun waktu tertentu? Gila, gak, sih? Bahwa dalam sehari dalam kehidupan kamu, sadar ga sadar, kamu udah melakukan banyak pilihan. Mulai dari hal remeh temeh keseharian kamu sebagai ibu rumah tangga, dari pilihan kamu masak apa hari ini, sampai dengan bagaimana kamu menjalankan manajemen waktu agar semua pekerjaan kamu selesai tepat pada waktunya.

Atau pilihan-pilihan lain yang berhubungan dengan pekerjaan kamu di kantor, tentang keuangan keluarga, tentang betapa susahnya menyatukan dua kepala dalam satu tujuan. Tentang pilihan yang menyangkut relationship kamu dengan pasangan, teman-temanmu, lingkungan tempat tinggalmu. There is so much going on

Source : Pinterest

Pernahkah kamu berpikir apa solusinya, agar kamu terhindar dari jebakan pilihan-pilihan itu dan seberapa banyak omong kosong di keseharian kamu itu? Jawabannya cukup sederhana, sih, menurutku. Apa itu? Jawabannya adalah diri kamu sendiri. Bagaimana kamu memotivasi diri kamu sendiri untuk bisa membuat hidup kamu sesederhana mungkin.

Dua tahun belakangan ini aku sedang menempa diriku sendiri untuk bisa berpikir lebih simple dari tahun-tahun sebelumnya. Lima tahun lalu, hidupku benar-benar ga bisa dikenali, Mak. I’m a mess. I’m a loser (setidaknya itu pikiranku sendiri tentang diriku). I have so many things to think. All about relationship, about money, about my family, about my friends, about myself, all the everythings. Pokoknya hidup akutu penuh dengan semua hal, entah apalah itu.

Dan semua itu MELELAHKAN!

Source: Pinterest

Sampai pada satu waktu ketika aku sampai pada sebuah kata ‘sederhana’. Yup! aku kemudian memilih untuk mengubah segalanya, semua yang melelahkan itu. Aku ingin menyederhanakan hidupku. Aku lelah dengan semua, lelah yang sudah lelah.

Sebagai seorang survivor PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), pada akhirnya aku menuntut diriku untuk bisa self healing karena aku tidak mungkin terus menerus bergantung pada terapi dan terkunkung dalam putaran PTSD itu selamanya. Aku ingin jadi diriku, aku sebelum PTSD itu datang dan merongrong hidupku.

Berikut, aku akan ceritakan bagaimana proses aku menyederhanakan hidup dan itu benar-benar membantuku untuk berdamai dengan aku yang baru, aku yang struggling to survive make deal with my PTSD. Cara ini juga berlaku buat kamu yang ingin menyederhanakan hidup, terlepas dari apakah kamu punya mental illness atau tidak. Cara ini adalah cara umum yang semua orang bisa lakukan. Aku menuliskannya karena ingin berbagi dengan kalian semua, yang kebetulan disini aku berbicara sebagai seorang survivor PTSD.

Tapi ada yang perlu kamu ingat, Mak. Sederhana bukan berarti mudah. Kamu harus benar-benar melakukannya dan itu mungkin akan sulit tapi hasil yang akan kamu dapatkan sepadan, kok! So, it’s worth to try.

1.      Belajarlah dari satu orang guru sekaligus.
Maksudnya disini adalah untuk meng-efisien-kan waktu dan biaya yang akan kamu keluarkan. Jika kamu bermaksud ingin belajar, entah itu dari buku atau mengambil kursus, lakukan itu sampai tuntas, jangan setengah-setengah. Jika kamu ingin belajar dari buku, lakukan, bacalah ia sampai tuntas dan terapkan pelajaran apa yang kamu dapatkan dari buku tersebut. Jika kamu bermaksud ingin mengambil kursus, lakukan dengan benar. Sikap setengah-setengah hanya akan membuang waktu dan uang yang telah kamu keluarkan.

2.      Tentuan satu tujuan dalam sekali waktu.
Dibandingkan kamu membuat 3-5 tujuan dalam satu waktu, try just setting ONE big goal.
Fokuslah untuk ‘all in’ pada satu tujuan, kerahkan semua potensi dirimu untuk membuatnya menjadi luar biasa. Lambat laun kamu akan terbiasa dan termotivasi untuk melakukannya lagi-lagi dan lagi.

Jika kamu menginginkan sesuatu, dorong dirimu untuk benar-benar fokus. Jangan membuat banyak rancangan yang pada akhirnya tidak bisa kamu lakukan dengan maksimal. Cobalah untuk lebih berkomitmen pada satu hal yang menjadi prioritas kamu sebelum mengerjakan hal lain.

3.      Batasi berinteraksi dengan media sosial.
Cobalah untuk membuat peraturan ‘no medsoc until after 12 pm’. Jadi sebelum jam itu kamu bisa mengerjakan hal lain tanpa tersita pada media sosial.

Pagi hari adalah waktu yang paling produktif yang bisa kamu isi dengan banyak hal penting. So, simpan semua gadget kamu, lupakan tumpukan email, lupakan semua media sosial kamu sebelum mereka menyita harimu. Kadang media sosial tak seberapa penting dibanding dengan interaksi kamu dengan keluarga.

4.      Pakailah hanya warna tertentu.
Ini agak aneh, sih, bagi sebagian orang yang hidupnya terbiasa colorful. Percaya atau tidak percaya, aku salah satu penganut sistem ini. Aku punya satu kebiasaan dimana, aku punya beberapa baju dengan cutting atau model yang sama dan yang membedakan hanya warna. Semacam menemukan kenyamanan jika memakai cutting/ model tersebut dan untuk membedakannya hanya warna. Biasanya aku lebih memilih warna-warna basic dan netral saja.

I was so sick of spending time and energy on clothes. Sebagian perempuan rela jadi korban mode yang kadang menurut pandangan mataku ga cocok jika ia mengenakannya, tapi maksa demi dibilang update. I’m not a kind of them. I like to dress nice, but I hated the effort required.

Selain menghemat waktu, energi dan uang, dengan memilih pakaian yang benar-benar nyaman saja. Segala sesuatu menjadi lebih mudah tanpa harus berpikir keras ‘pakaian apa yang harus aku kenakan nanti, ya?’ Got it, Mak?

5.      Jadwalkan waktu 15 menit setiap hari untuk ‘only me and myself’
Ini sifatnya depend on, yah, Mak. Tergantung pada seberapa hecticnya keseharian kamu atau seberapa gilanya hari-harimu. Menghabiskan waktu 15 menit untuk bersendiri mungkin tampak seperti banyak atau bahkan sedikit. Tapi apapun itu, pastikan kamu punya waktu untuk sendiri, setidaknya waktu yang beberapa menit itu adalah saat dimana kamu bisa membersamai dirimu sendiri.

Terkadang, pernah ga sih, Mak, kamu berpikir kamu kewalahan dengan pikiran yang ada di kepala kamu? Seperti sudah tidak punya cara lain untuk meladeni isi pikiran kamu? Itulah pentingnya kamu mengambil waktu untuk bersendiri. Only you and yourself. Beri diri kamu waktu untuk memperlambat laju pikiran kamu atau mungkin memghilangkan drama dari kehidupan kamu.

15 menit yang sangat penting. Kamu tidak bisa hanya meladeni sang waktu yang minta di isi tapi melupakan dirimu sendiri yang ‘mungkin’ tengah kelelahan dan butuh pelukan. Kamu bisa mengisinya dengan melakukan apa yang kamu suka, seperti mendengarkan musik atau meditasi.

6.      Menulislah, 5 menit dalam sehari.
Writing is one of the best ways to organize your thoughts. Ketika semua terasa terlalu berat untuk dipikirkan, uraikanlah dalam tulisan. Ini benar-benar membantu kepalamu kemudian dingin dan calm down. I was there, too. Itulah kenapa akhirnya aku kembali rajin menulis, hingga tercipta ratusan puisi, banyak cerita dan blog ini kembali ramai adalah untuk mengurai benang kusut di kepalaku.

Dalam setiap tulisan, aku sering membuat tagar #d14Nwritingtherapy adalah karena memang menulis adalah terapi paling manjur yang membantuku pelan-pelan bangkit dari terpurukku. Saat segala sesuatu terlalu sulit untuk kamu ucapkan, tulis aja, apapun itu.

Writing is about things I can’t say out loud, begitu aku sering menyebut tulisan-tulisanku.

Semakin banyak kamu menulis, even hanya 5 menit dalam sehari akan semakin banyak kamu menuai ilmu baru, solusi dari semua carut marut di kepalamu. Menyederhanakan isi kepalamu sama halnya dengan menyederhanakan hidupmu.

Believe me, writing is amazing!

7.      Tentukan batas minimum dalam hidup kamu.
Ketika kamu merasa tidak punya cukup waktu untuk melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan, alih-alih tidak melakukannya sama sekali, kamu harus tetap pertahankan batas minimum dalam hidup kamu.

Bingung, ga, sih, sama penjelasan aku di atas? Contohnya gini, Mak. Misalnya kamu terbiasa melakukan lari keliling komplek 1 jam sehari, alih-alih terancam tidak bisa melakukan karena suatu hal mendesak, kamu harus tetap melakukannya setidaknya 20 menit. Batasan minimum ini kamu buat untuk mendisiplan diri kamu pada apa yang sudah kamu buat.

Alih-alih ga bisa lari keliling komplek selama 1 jam , kamu masih bisa turun naik tangga di
rumah selama 20 menit. Kira-kira begitulah pemahamannya.

Batas minimum ini bisa membantu kamu untuk menjaga kamu tetap di posisi minimum dari apa yang kamu inginkan, tanpa benar-benar tidak melakukan apa-apa. Kalau bahasanya tuh kayak ‘daripada engga sama sekali’.

8.      Get a new one.
Email overload? Daripada kamu unsubcribing semua hal yang udah kamu mulai sebelumnya, kenapa gak kamu coba untuk benar-benar memulai lagi dari awal dengan email yang baru?

Kedengarannya sedikit gila, ya, kan? But it works! Jika kamu ingin membuat semuanya jadi benar-benar clear dan start fresh, cobalah untuk membuat sesuatu yang baru, benar-benar baru. Kemudian mulailah untuk memisahkan segala sesuatunya dengan baik. Pisahkan hal-hal tersebut sesuai dengan kebutuhan kamu.

9.      Belajarlah untuk menempatkan sesuatu sesuai tempatnya.
Agak sulit memang, kita cenderung membuat keadaan lebih rumit dari kenyataan sebenarnya. Kayaknya ribet sendiri, padahal mah ga kenapa-kenapa juga. Ini yang tadi aku bilang overthinking.

Mak, suatu hari jika hidup kamu terasa terlalu berat atau ketika sesuatu terjadi diluar keinginan kamu, cobalah untuk menyederhanakan isi kepala kamu dengan memisahkan mana fakta yang sebenarnya dan mana keadaan yang kamu ciptakan dari ribetnya pikiran kamu sendiri.

Kadang kita dibuat gila oleh pikiran kita sendiri, bukan oleh kenyataan yang terjadi sebenarnya. Mulailah menata pikiran kamu demi terhindar dari menjadi pembunuh kebahagiaan dirimu sendiri. Ketika pikiran kamu jernih dan bekerja pada porsi yang dibutuhkan saja, kamu bisa melihat tujuan hidup kamu dengan lebih jelas.

10.  Tentukan, dengan siapa kamu akan berhubungan.
Alih-alih menghabiskan 0,256 detik dengan 13.000 orang, cobalah untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan ruang lingkup yang lebih kecil, orang-orang pilihan yang memberi gizi pada hidup kamu.

Hidup kamu akan baik, jika kamu menjaga kualitas hubungan kamu dengan orang-orang yang berkualitas juga.

11.  Tanyakan dua pertanyaan ini pada dirimu sendiri.
Ketika kamu merasa bahwa kamu memiliki terlalu banyak hal yang terjadi dalam hidupmu, kamu perlu membuat keputusan tentang, apakah kamu akan melakukan lebih banyak atau lebih sedikit?

Saat kamu dihadapkan pada pilihan sulit, tanyakan dua hal ini pada dirimu sendiri;
1.      Keputusan apa yang akan kamu ambil dalam waktu 5 tahun ke depan?
2.      Dan apa tujuan akhir yang kamu inginkan dari semua hal itu?

Terkadang hidup luar biasa sibuk, hari-harimu seperti menggila atau stress karena kamu terlalu lama berdiam dalam kebingungan yang ada di kepalamu sendiri. Kamu membuatnya semakin rumit dengan mengabaikan banyak hal baik yang akhirnya hal baik itu terlewat begitu saja.

Dan ini manjur banget aku terapkan ke diri aku, Mak. Saat aku benar-benar nge-blank, ga tau harus membuat keputusan yang bagaimana, aku selalu gunakan dua pertanyaan iniu untuk menelaah isi kepalaku dan aku akan dapat jawabannya.

12.  The power of doing nothing and liking it.
Mak, pernah, ga, sih, kamu merasa hidup ini rumit banget? Luar biasa rumit, entah itu karena jadwal pekerjaan yang seperti ga ada habisnya, atau apapun itu yang membuat kamu rasanya ingin angkat bendera putih dan menyerah.

Kamu boleh mencoba menjadwalkan waktu untuk dirimu sendiri dimana kamu tidak melakukan apapun. Kamu hanya duduk, santai menikmati waktu sendiri.
Ini, worth it banget, Mak. Pikiran dan tubuh kamu butuh jeda untuk menyelaraskan diri. Dan itu bermanfaat banget saat kamu duduk, diam menikmati waktu istirahat kamu ibarat sedang merangkul tubuh lelahmu, kamu sedang mendinginkan kepalamu, pikiranmu yang sebelumnya sibuk berpacu.

Cobain, deh, Mak!

13.  Buatlah 3 jadwal prioritas kamu setiap hari.
Ini juga penting, Mak! Buatlah skala prioritas di dalam to-do list kamu, persiapkan jadwal ini malam sebelumnya. Apa prioritas yang harus kamu dahulukan untuk esok hari, kemudian lakukan prioritas itu sebelum kamu melakukan hal yang lain.

14.  Time block weekly.
Sebagai contoh, aku menulis blog post setiap Rabu malam. Nah, di Rabu malam itu aku HANYA menulis dan tidak melakukan jadwal pekerjaan lain. Dan aku tidak melakukan pekerjaan itu di hari lain. Lebih kurang begitu, Mak.

Sediakan satu waktu untuk kamu fokus pada satu pekerjaan saja. Ini sangat membantu kamu untuk bisa konsisten.

15.  Be clear about what your value are
Ketika nilai-nilai kamu jelas, kamu dapat membuat rencana kehidupan yang sejalan dengan nilai-nilai tersebut. Ketika semuanya kabur dan tidak jelas, kemudian kamu tidak yakin, otomatis kamu hanya akan menciptakan banyak kekacauan baru yang seharusnya tidak perlu ada di dalam hidup kamu.

Tulislah apa-apa saja yang menjadi value dirimu. Bagi mereka dalam beberapa kategori, seperti kesehatan, keuangan, pengembangan diri, pekerjaan, kesenangan dan lain sebagainya.

Ketika kamu tahu apa yang kamu inginkan dan kamu yakini, pengambilan keputusan akan lebih mudah dan hidup kamu jauh lebih sederhana dari sebelumnya.

16.  Jangan takut untuk katakan TIDAK.
Saying NO is one of the best ways to cut things from your life.
Semakin sering kamu berlatih untuk berani mengatakan tidak, semakin besar kemungkinan kamu untuk lebih mudah mengatakan tidak.

Maksudnya, Mak? Kadang, yah, suka ga enakan sama orang, suka risih, suka takut dibilang jahat, suka takut dijauhi karena menolak, karena tidak bersedia, karena bilang, tidak! Tapi disitulah kamu mengajarkan orang lain untuk menekan kamu secara ga langsung. Kenapa harus takut untuk berkata, tidak? kenapa harus takut menolak? Kenapa keputusanmu untuk berkata tidak harus bergantung pada pemikiran orang lain?

Katakan saja TIDAK jika kamu memang tidak mau, jika kamu merasa itu harus ditolak. Mudah, ‘kan? Kadang kamu ribet karena terlalu banyak memikirkan orang lain, apa mungkin orang lain mau ribet untuk kamu?

17.  Bagaimana menolak menikmati kata ‘I don’t know’
Ketika kamu mengatakan ‘Entah, gue ga tau!’
Percaya, ga, Mak? Ga ada yang lebih buruk dari ini. Saat kamu mengatakan ‘gue ga tau!’ berarti kamu membiarkan diri kamu terjebak di dalamnya. Dalam ketidak tahuan itu.

‘Gue, ga tau, apakah gue harus pindah, gue ga tau apakah gue harus putus, gue ga tau apakah gue harus kembali, gue ga tahu apakah gue harus masak atau engga, gue ga tau cara diet itu gimana, gue ga tau kenapa ya gue gendut?’ dan banyak lagi deretan kata ‘ga tau’ lainnya.

Hey, helooww ....
Alih-alih membiarkan dirimu ‘ga tau’ cobalah untuk merubahnya menjadi ‘Ok, gue cari tahu, deh!’ setidaknya ini akan membuat dirimu terdorong untuk melakukan sesuatu, daripada hanya duduk terjebak dalam zona nyaman ‘ga tau’ mu itu.

Kamu tidak akan terjebak, kecuali kamu memutuskan untuk seperti itu.

Kurang lebih begitu, Mak. Kalau diuraikan satu-satu, sih, sebenarnya ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat kerumitan hidupmu berakhir. Kamu bisa dengan enteng say bye-bye pada kegilaan hari-harimu, bilang ‘Lo, Gue, END!’ pada apa yang membuatmu setrong (stress tak tertolong).

If you need to simplify, its probably you need to subtract. Pikirkan, apa yang paling membuatmu menggila, stress dan sakit, pelan-pelan kurangi melakukan hal itu.

Less time busying.
Less time worrying.
Less overspending.
Less overeating.
Less overcommitting.

Hidupku mungkin tidak jauh berbeda dari kamu semua yang membaca post ini. Tapi sejak menjadikan sederhana sebagai teman baik, hidupku lebih baik sekarang. Hantu-hantu di kepalaku tak lagi berpengaruh banyak dalam keseharianku. Walaupun, jujur, I’m just human. Sometimes I’m just can’t leave behind, tapi setidaknya aku tidak perlu lagi takut bangun di pagi hari karena takut PTSD menguasai hariku.

You will have more energy and feel better when you simplify this way. When life is simpler, life is better.

-Dian-






You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images