Never Too Far (The Rosemary Beach Series #2)

September 04, 2018

Somebody help me….
Adakah yang nungguin aku ngereview sesebabang bernama Rush Finlay? *dilempar panci gosong 😉

Mak, Mak….
Masih inget sesebabang bernama Rush Finlay? Itu lho di postingan aku yang ini.
Kali ini aku sebagai Emak baper sekaligus tim horenya babang Rush, sekaligus mantan fans Rush *eea'... emak kumat bermaksud mau nulis review novel keduanya nih. The Rosemary Beach #2 yang judulnya Never Too Far.


 Pinterest
Di penghujung novel #1 mpok Abbi Glines yang Fallen Too Far, ceritanya ‘kan si Rush nya galau gitu, dihadapkan dengan masa lalu yang complicated antara Ibunya dan Ayah Blaire juga Nan si penyihir jahat, adik tirinya. Alih-alih menyelesaikan permasalahan, Blaire yang terlanjur kecewa dan merasa sakit hati udah kabur duluan balik ke Alabama. Dan Rush yang sebenarnya sangat kehilangan Blaire tidak menemukan cara untuk meyakinkan Blaire bahwa dia tuh sebenarnya gak ada maksud belain Nan, dia cuma udah terbiasa jadi pelindung Nan. Dan ga nyangka Blaire akan semarah itu.

Permasalahan Blaire makin complicated ketika Cain dengan muka keponya berdiri tepat di depan mobil truk Blaire, sesaat ketika Blaire keluar dari apotik untuk membeli testpack. Ngapain Blaire beli testpack? Karena ia ternyata hamil anaknya Rush, pemirsah! Kebayang dong gimana rasanya jadi Blaire. *Oh, poor Blaire! 
Kabur pulang kampung, hamil anak Rush dan ketemu mantan pacar yang posesif. *Blaire sinih, aku peluk dulu.

Blaire yang malang. Untuk tetap ada di kota dimana Rush Finlay berada terlalu menyakitkan untuk Blaire. Apalagi sang Ayah bahkan tidak berusaha menahannya untuk tidak pergi. Blaire merasa benar-benar tidak diharapkan ada disitu. Memutuskan pergi bukan hal mudah, tapi untuk tinggal juga terlalu berat untuknya. *Hiks... mo gak mau ya 'kan? 

Part awal novel ini agak-agak sedih dan drama gitu menurut aku. Apalagi baca dua pov tokoh utamanya sekaligus. Bener-bener bikin emosi jungkir balik. Dramanya berasa banget, asli… seperti menonton adegan film. Bab per babnya benar-benar hidup di kepalaku. Abbi berhasil membuat aku jatuh cinta pada cowok brengsek dengan tindikan di lidah, punya banyak tato tapi bikin kangen. *Eh 😋 

Blaire baru menginjak 19 tahun, meskipun banyak ketakutan dalam dirinya tentang masa depannya dan sang anak kelak, tapi ia sudah bertekad untuk tidak gentar menghadapi hidupnya. Blaire beruntung, Bethy sahabatnya datang ke Alabama, tepat disaat Blaire membutuhkan teman untuk bercerita. Bethy datang menjenguk Blaire, tapi lebih tepatnya mengajak Blaire kembali ke Rosemary dan bekerja lagi di Country Club milik Woods. Setidaknya Blaire harus mempersiapkan tabungan, jika ia benar-benar harus membesarkan anaknya sendiri. Begitu pikirnya Bethy. Dan akhirnya Blaire kembali ke Rosemary.

Rush, anak tiri ayahnya telah membuat Blaire jatuh tersungkur pada dunia baru, dunia yang seperti antah barantah, dunia calon ibu. Blaire agak-agak galau gitu, apakah ia harus mengatakan pada Rush atau diam saja dan pergi jauh dari Rush, pria yang belum lama ia cintai. Blaire paham betul akan banyak halangan jika terus menjalin hubungan dengan Rush. Ibu rush membencinya, Ayah kandungnya cuek dan Nan yang merasa Blaire adalah orang yang merenggut kebahagiaan masa kecilnya. Tiga orang itu tidak akan pernah merelakan Rush untuknya. Tapi Blaire tidak bisa membenci Rush. Ia jatuh terlalu jauh masuk ke dalam pesona Rush. *Huh, Blaire sinih, aku gantiin 😆

Di bab awal, ketika kita membaca pov Blaire, kita dibawa merasakan betapa galaunya Blaire. Usaha apa saja yang dilakukan Blaire untuk tidak menghiraukan Rush yang memohon padanya. Bagaimana Blaire susah payah menahan gejolak hatinya sendiri untuk menjaga jarak aman dengan Rush?

sementara di pov Rush, kita disuguhi cerita bad boy yang tetiba insaf. Bagaimana Rush mati-matian berusaha bersikap baik untuk menjaga perasaan Blaire. Rush juga susah payah menahan gejolak emosinya ketika berhadapan dengan Woods, temannya yang terang-terangan memperlihatkan rasa suka dan sisi baiknya pada Blaire. *Huaaa… Rush cemburu.
Tentu saja bagaimana Rush akhirnya bisa pelan-pelan tegas pada Nan si penyihir. *Ish... geram!

And you know what, Mak? Bagaimana Rush berusaha menahan diri untuk tidak menyentuh Blaire walaupun sebenernya pengen nyosor. 💔 Banyak kekonyolan yang dilakukan Rush hanya karberusaha mati-matian untuk tidak memikirkan betapa ‘hotnya’ Blaire atau pengen nyentuh Blaire tapi takut di cuekin.

Bergeser ke bab-bab pertengahan, kita di bawa ke manisnya hubungan CLBK ala Rush dan Blaire yang masih sama-sama saling mencintai tapi karena satu dan lain hal membuat mereka sempat menjaga jarak. Aku empet banget ngeliat Nan si nenek sihir itu. Adik Rush itu ga ada baik-baiknya sama sekali. Pengen tak bejek-bejek rasanya, atau tarikin rambutnya kemudian dorong ke jurang. Mati! Dan Blaire bisa bebas melenggang bersama Rush.

Abbi berhasil membuat aku benci Nan dan makin suka sama Woods di buku ini. Eh, ga ding! Bahkan di buku pertama kedewasaan Woods udah bikin aku suka dan kenak second lead syndrom level akut. *Emak-emak fangirls sejati yang baper karena penderitaan si second lead.

Up and down percintaan Rush dan Blaire bikin aku termehek-mehek. Kekacauan yang dibuat Nan, Abe (ayah Blaire) dan Ibunya Rush juga bikin tensi tiba-tiba naik drastis. 😠😠😠

Dengan dalih hormon kehamilan sex scene di novel ini juga membuat aku berpikir Rush + Blaire = Sex. *HOT!

Tapi untuk sebuah novel adult romance aku pikir, It's okay, lah ya. Toh memang di genrenya, kok. Bebas dong! Abbi bebas menuliskan imajinasinya. Dan, yess! she did it! ia membuat pembaca, termasuk aku, selalu menunggu kelanjutan kisah ini. I want more, more and more. *Pliss....

Abbi membuat karakter Blaire dan Rush itu hidup. Ending kisah ini mudah di tebak. Bagaimana pasangan ini memang sudah ditakdirkan bersama sejak awal, tapi Abbi  mengemasnya dalam intrik complicated yang seru dan bikin aku sebagai pembaca larut di dalamnya.  Banyak kekacauan di sepanjangan kisah percintaan Rush dan Blaire, tapi pada akhirnya mereka menyerah pada perasaan masing-masing. Bahwa they are deserve to be loved.

Tau ga, Mak? Pas baca novel ini, aku tuh seperti nonton film, tauk! Bagaimana setiap kata-kata yang di tulis Abbi seolah nyata di depan mata. Rush dan Blaire begitu hidup di kepalaku, bahkan sampai sekarang di chat room para fans Rush, ada yang rela menyebut dirinya Mrs. Finlay. Bahkan ada barisan emak-emak yang rela di madu. *Hah?
Hahaha... kekonyolan para Emak baper fans Rush garis keras. Bukan untuk mendewakan sosok dalam novel yang hanya imajinasi penulisnya, ya, Mak. Tapi sebagai hiburan buat para Emak yang setiap harinya sudah sibuk dengan urusan domestik rumah tangga.

Mungkin Emak-emak STRONG (STRess tak tertoLONG) itu berharap suami-suami mereka bisa semanis Rush yang meskipun brengsek tapi so sweet kalo udah urusan menyatakan perasaan.
Seperti ;
"There is nothing is rather do than be near you... I'll take whatever the hell I can get when it comes to you. I will do anything. Anything Blaire, just to be near you. You need me, I'm there."

Atau seperti ini,
"I love you Blaire. I love you so damn much it hurts." 

Mak, bayangin mak, kalo yang onoh, ayang mbeb yang di rumah ngomong begitu. Klepek-klepek juga kan?

Abbi menggambarkan dengan jelas bagaimana Blaire merasa tidak nyaman, posisinya tidak aman, bagaimana Blaire merasa ia tidak bisa menjadi bagian hidup Rush sepenuhnya. Tapi di novel ini, Abbi juga memberi pesan penting, bahwa, perempuan itu ga boleh lemah. Perempuan jangan melulu mengejar cinta sementara harus mengabaikan banyak alasan yang mungkin membuat cinta tidak bisa bersatu.

Novel setebal 304 halaman ini cocok untuk menemani weekend kamu, Mak. Silahkan membayangkan dulu sosok pria bermata abu-abu, tajir mlintir, body 'Jojo' aja kalah, Mak! Rush bisa nyanyi, main gitar, dengan piercing di lidah dan bisa masak di dapur. *Plak! 👀 ✌✌

Di buku pertama sosok Rush sungguh brengsek! tapi di buku ke dua ini Emak bakal dibikin kaget dengan perubahan Rush. Di awal post udah aku tulis, bad boy insaf. Dan insafnya itu bukan sekedar omongan di mulut aja. He got his second chance and he prove it.

Meskipun novel ini bergenre adult romance, tapi buku ini masih bisa di bilang light kok, Mak. Bab per bab nya ga membutuhkan otak berpikir dua kali. Good job, Abbi.

Ehm, udah ah ngomongin Rush. Buat aku tetap saja Woods lebih bikin adem. 😁 Jadi fans Rush bikin patah hati, Mak. Soalnya dia hanya butuh Blaire. 💔 Beringsut mundur jadi tim hore aja kalau begitu.
*Hahaha....

See you di review #Forever Too Far ya, Mak!


-d14N-




















You Might Also Like

27 komentar

  1. Ah akhirnya keluar juga part #2 nya..
    Aku suka baca reviewnya..sampai enggak tertarik baca novelnya hahaha. Habis dikau reviewnya mantaaap jiwa beginiiih. Cetar membahana! Aku sukaaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lupa pasang 'spoiler alert' 🤣🤣🤣

      Hapus
  2. Maaaaak duh mak, aku bacanya ikutan jungkir balik. Udah lama bangeeeet gak baca novel begini wkwk. Baca ulasanmu jadi kangen baca novel. Yampun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... ngetik sambil ngebayangin jadinya gini. Esmosi.

      Hapus
  3. Aduh, jadi penasaran baca novelnya nih. Reviewnya bikin kita ngebayangin laangsung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. :D ... biar emak tetap waras mba 🤣🤣

      Hapus
  4. Woow....bikin speechless nih...keren reviewnya Mba..

    BalasHapus
  5. Wow wow wowwwww, baca reviewnya aja bikin klepek klepek apalagi baca sendiri bukunya hehe.. mantaaffff

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mboke 😁😁😁 ripiu emak baper ini mah. 🤣

      Hapus
  6. Benar-benar menjiwai. Keren reviewnya

    BalasHapus
  7. Wah ini bagian 2 novelnya Abbi, huift Rush ini sosok yang dinantikan emak2 banget yak. Gimana cara ngungkapin perasaannya, bikin meleleh ... Bisa main musik pulak ouo...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ouo... lakik brengsek yang dikangenin banyak pembaca perempuan 😂😂

      Hapus
  8. Wow keren2. Baca reviewnya saja udah gemes. Apalagi baca novelnya langsung yo, Mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sok atuh mba, lumayan lho buat ngisi weekend.

      Hapus
  9. Baca review nya bikin penasaran, terus bayangin sosok Rush Yang romantis bikin geregetan. Tapi Saya development baca kisah adiknya Rush, pokoknya Keren review nya😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nan ya? Kalo Nan ada bukunya sendiri mba. Aku lupa judulnya tapi masih aku skip soale banyak trigger seliweran disitu. Hehe

      Hapus
  10. #sebel baca kisah adiknya Rush, typo😅

    BalasHapus
  11. suka baca novel roman juga ya, mbak? aih, tos dulu kita.
    aku belum pernah baca novelnya nih, baca review mbak jadi pengen baca juga.
    penasaran dengan sosok Rush yang romantis. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau daftar jadi fangirlsnya Rush atau daftar jadi tim hore,Mak? Aku berstatus mantan fans, soale lebih suka Woods 🤣🤣

      Hapus
  12. Keren deh mbak dian reviewnya. Itu novel pakai bahasa asing? Terjemahanya ada gak mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Review ala emak-emak baper, mba. 🤣🤣 review yang banyak spoilernya. 😆

      Hapus
  13. Hehe, gaya me-review-nya lain dari yg lain ya, Mbak Dian ini. Keren. Tapi saya baru tau judul yg ini *kudet. Saya termasuk romance lover juga, sih. Jenis novel yg spt ini bagus untuk mendinginkan pikiran dan melangitkan angan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Melangitkan angan. Indeed, Mba.
      🤗🤗🤗

      Hapus
  14. Udahlah cakep, pintar masak, tajir melintir pula ... menantu idaman #eh
    "Rush, boleh kakak ngelamar jadi babby sittermu?" #Ahiiir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantu idaman 🤣🤣
      Aku mah ogah mba wiwid, pasti anakku tiap hari jantungan, minimal mesti ngintilin lakiknya terus 🤣🤣

      Hapus

Popular Posts