His Dark Secret (Finding Mr. Right #4)

September 22, 2017

Selamat sore, Beb! Barusan aja kelar mandi, aku udah wangi dan fresh. I’m feel so good.
Beb, kali ini aku pengen ngomongin sesuatu tentang his dark secret. Nah, kalo udah ngomongin sesuatu yang rahasia ini agak-agak gimana gitu ya? Selain butuh kesiapan mental buat ngadepinnya, kalian juga harus tahu cara menghadapinya. Kita, perempuan harus pintar, Beb!
Jadi begitu si dia menjatuhkan boom-nya kamu gak keburu pingsan. Apalagi si dia menjatuhkan boom atomnya justru di saat kamu merasa dia adalah si Mr. Right!

Ketika cinta kamu sedang membubung tinggi, hubungan kamu berdua pun sedang hot-hot-nya. Eh, tapi si dia justru merusaknya dengan menceritakan sisi gelap dirinya. Bisa dibayangin kan, kamu pasti semaput duluan dan merasa lemas tak berdaya. Memang! Memahami berita yang tidak mengenaknya menyangkut pria yang kamu cintai bisa bikin kamu frustasi, merasa dikhianati dan dipermalukan.

Step selanjutnya sebagai respon otomatis kamu, kamupun mulai mempertanyakan arti hubungan kamu dan si dia selama ini. Rasa bimbang tiba-tiba muncul tak terbendung, ragu menyeruak kepermukaan. Nah, di sini aku bakal ngasih kamu beberapa saran dan pertimbangan penting sebelum kamu menentukan langkah apa yang harus kamu ambil selanjutnya.

Check it out ya Beb! berikut ini level ‘his dark secret’ lengkap dengan tips bagaimana kamu menyikapinya.
                            
·         Bitter Surprise #1
You Still Can Handle It

Masalah kecil, sepele tapi bikin bête, tak mengenakkan bisa saja terjadi. Contohnya, ketika kamu menemukan si dia pernah mendapat perawatan intensif gara-gara depresi. Saat mengetahui hal itu, apa respon kamu, Beb? apakah kamu langsung berpikir ‘apa lagi, ya, rahasia yang ia sembunyikan.’

Kamu juga jadi ragu seberapa banyak kamu mengenal dia. Jika kamu gak secepatnya menyelesaikannya, hal ini bisa merusak hubungan kamu berdua lho! Jangan buru-buru menuduh si dia dulu ya, Beb! Lihat dari berbagai macam sudut pandang.

Ketika si dia mengakui masa lalunya yang kelam dan menyesalinya itu adalah pertanda baik. Tapi bukan berarti kamu tidak berbuat apa-apa. Dengar cerita dari sisi dia dan pastikan bahwa saat itu dia benar-benar jujur. Nah, lho!

Beb, kamu ingin tahu apakah saat itu si dia bohong atau tidak? Pantau komunikasi non verbalnya, salah satu tanda orang berbohong, kakinya akan terus bergerak atau ia melipat kakinya saat bicara. Banyak orang yang tahu bagaimana mengontrol ekspresi wajah, tapi sayangnya bagian tubuh bawah sana sering terlupakan begitu saja!

Selain itu, si dia kerap memberi informasi yang tak penting dan menghindari pertanyaan dari kamu. Pokoknya, kalau ada bahasa tubuhnya yang mencurigakan, kamu harus siap siaga. Lebih baik lupakan saja!

·         Bitter Surprise #2
You Need to Know More!
                                                      
Beb, bukan gak mungkin, si dia pernah mendapatkan cap buruk di masa lalunya. Perkara ini masih bisa kamu tangani, tapi kamu harus bijaksana menyikapinya. Andalkan logika dan bukan emosi, yah, Beb!

Sebelum membuat keputusan, pastikan kamu memiliki semua informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut. Pancing si dia untuk menceritakan secara detail, lalu lihat cara si dia menyelesaikan masalah tersebut, serta rencana untuk memperbaikinya.

Jika kamu tidak familiar dengan masalah tersebut, jangan sungkan bertanya pada ahlinya. Contoh kasusnya, missal si dia pernah menderita penyakit (maaf) kelamin di saat kuliah dulu. Kemudian si dia berusaha meyakinkan kamu kalau sekarang ia sudah terbebas dari penyakit itu. Kamu harus hati-hati, Beb!  kamu harus cross-check dengan ahlinya, dalam hal ini tentu saja dokter. Karena, bisa jadi dia memberi kamu informasi yang salah dan keliru. Pastikan kamu tidak menelan bulat-bulat informasi yang ia berikan pada kamu, yah, Beb!

·         Bitter Surprise #3
When You’re Dazed and Confused

Beb, kali ini kita udah masuk daftar kejutan-kejutan di level menengah, di sini, kamu harus berhati-hati. Selain itu, kamu juga butuh sedikit usaha dan waktu. Misalnya saja kamu harus menelan pil pahit karena si dia dipecat secara tidak terhormat karena melakukan tindakan semi-kriminal yang dilakukannya. Jika hal tersebut membuat kamu shock, gak ada salahnya kamu vakum dulu untuk memikirkan hal ini lebih jauh. Kadang, reaksi kamu bisa jadi berbeda dengan perasaan setelah melewati masa shock-mu.

Ketika kamu sudah merasa tenang, lihatlah posisi si dia. Apakah ia berani mengambil sikap dan bersedia memperbaikinya? Selain itu, tanyakan pada diri kamu sendiri dan sadari dampak jangka panjangnya.  Kamu juga harus melihat pengorbanan apa saja yang perlu dilakukan, bagaimana hal tersebut bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari, serta dampaknya terhadap karir dan finansial kamu di masa yang akan datang. Dan yang paling penting, mana yang membuat kamu lebih bahagia, hidup denganya atau justru sendirian saja?

Intinya, lihat pengorbanan serta hasil yang akan kamu dapatkan bila tetap memilih untuk melanjutkan hubungan.

·         Bitter Surprise #4
You’ve Got To Let Him Go
Beb, ada kalanya kamu harus berhadapan dengan kasaus berat yang tidak bisa di-negosiasikan. Memang menyedihkan, tapi mau apa lagi? Misalnya nih ya, kamu baru tahu ternyata si dia sama sekali tidak ingin punya anak, sementara kamu sebaliknya. Nah, di saat seperti ini pilihan kamu hanyalah satu, pergi atau melangkah maju.

Dari lubuk hati terdalam, pastilah kamu sangat marah dan sakit. Terlebih hal tersebut adalah sesuatu yang tidak ingin kamu korbankan. Akhirnya mau gak mau dengan berat hati kamu harus memutuskan untuk meninggalkannya dan melangkah maju, kendati berat ketika harus memutuskan berpisah dari si dia.

Beb, awalnya akan sangat berat dan menyakitkan, tapi yang harus kamu ingat, dengan melangkah maju kamu justru telah membuat ruang untuk seseorang yang benar-benar tepat kelak!

So, don’t be afraid, Beb!

***

Banyak hal juga yang harus kamu pelajari dari kasus-kasus di atas, Beb! Jika seandainya kamu yang ada di posisi si dia. Hati-hati yah, Beb!
Selain kamu harus berlatih  melakukan percakapan bagaimana menyampaikan kabar buruk, kamu juga harus jeli memilih momen yang tepat. Menyampaikan di saat kamuj hanya berdua saja dan punya cukup waktu untuk membicarakannya.

Memilih kalimat pembuka yang baik, seperti ‘aku perlu membicarakan suatu hal yang sulit’ sehingga si dia tidak pingsan di tempat. Juga katakan sejak awal jika kamu tidak berniat untuk putus. Jangan sampai kamu terjebak dengan mengarang cerita yang kamu pikir bakal mempermudah masalah, tapi ujung-ujungnya kamu repot sendiri.

Pastikan kamu memberi dia ruang dan waktu untuk mencerna berita buruk yang baru saja kamu sampaikan padanya.

Last but not least, pastikan kamu telah memikirkan dengan matang konsekuensinya, yah, Beb!


#d14N






                                     






You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts