It's A Kind of Me

November 25, 2018


OMG! Kali ini disuruh menuliskan 5 fakta tentang diri sendiri. Ini BPN beneran mau tau aja apa  mau tau banget, sih?
Fakta tentang diri sendiri ini agak-agak horor gitu, kalo dijadiin komsumsi publik. *Hahaha

Okay, baiklah.
Kalo emang mau tau banget, aku bisa apa coba?
This is it! 5 fact about me….

Tukang Ngemil Sejati

Ya ampyun! Kenapa harus ceritain ini sih dari sekian banyak hal positif??
Yess, walaupun ini agak-agak memalukan buat diceritain, tapi ini fakta, kok!
Beneran! Aku tu tukang ngemil, pemirsah! Padahal cita-citanya langsing. *Gubrak!

Mulut ini ga akan berenti sebelum habis! Makanya, di rumah ga boleh ada toples kosong.
Jadi kalo di komenin “Mak, kok makin bulet aja sih, Mak? Aku sih maklum, secara ngemilnya ga kenal waktu. Dengan alasan klise aku akan menjawab ‘ngemil itu bentuk aku menikmati hidup’. *Haha, alasan yang terlalu dibuat-buat dan dipaksakan.

Pernah ga sih mencoba berhenti ngemil?
Pernah, mak!
Tapi aku suka ga kuat untuk ga tergoda. Aku lebih milih ga ketemu nasi asalkan ketemu ama cemilan. *Hahaha
Cemilanmu apa, Mak?
Kalo aku, apa aja yang gurih dan kriuk-kriuk, tapi kalo lagi kumat rajin aku juga suka baking lho. Mengasah ilmu baking, belajar sambil ngenyangin perut. 😅

Ceria Sekaligus Penyendiri

Apa inih? Ceria tapi penyendiri?
Iya, Mak! aku ambivert. Aku senang ada di keramaian tapi aku juga senang menyendiri, menghabiskan waktuku dengan diriku sendiri. Aku senang berpergian dengan banyak orang, semisal liburan keluarga yang penuh hiruk pikuk dan haha-hihi, tapi aku juga senang melakukan perjalanan sendirian.

Sebagian orang-orang terdekatku mengatakan bahwa aku adalah orang yang easy going padahal aku ga selalu easy going, lho. Adakalanya aku butuh waktu ekstra untuk beradaptasi dengan situasi tertentu.

1 Model Banyak Warna

Maksudnya, Mak?
Maksudnya gini, Mak, aku punya baju misal model A, dan aku suka membeli model yang sama tapi dengan warna berbeda, terlebih kalau aku udah nyaman banget dengan model itu. Model baju buat aku semacam comfort zone, Mak. Diprotes suami dan keluarga soal selera aku berpakaian udah sering. Tapi untuk hal ini aku bisa cuek bebek. Dijamin ga bakal baper kalo di komenin soal ini. 🙉

Tiada Hari Tanpa Musik

Aku mending ga usah nonton TV asalkan dalam sehari aku bisa menikmati playlist musik dari smartphone ku. Dan, aku bisa beli earphone 1x sebula, karena suka tidur sambil denger musik dan alhasil earphone aku suka cepet rusak. Earphone juga menu wajib yang harus ada di dalam tas aku. Buat aku sehari ga dengerin musik seperti ada yang kurang. Dengan musik, jiwaku seolah selalu punya teman, music save my soul.

Saat anak-anak di sekolah, saat di rumah sendirian sambil beberes kerjaan rumah, portable speakerku pasti ON. Menemaniku melakukan aktifitas hari-hari. Genre musik di playlist aku apa aja? Sebagian besar adalah easy listening music, Jazz baik lokal maupun Indonesia, dan… Korean music, rata-rata adalah OST Drama yang udah aku tonton, trus aku jatuh cinta sama lirik, suara penyanyinya, pasti aku langsung cepet-cepet searching judulnya trus klik tombol add to my playlist. Beres, deh!
                                                           
Oh,ya, jika orang-orang lebih suka menjadi free membership di sebuah aplikasi musik semisal Joox atau Spotify, beda dengan aku. Aku udah dua tahun ini jadi paid membership di aplikasi Spotify. Dan karena itu, aku pernah di komplain oleh suami dengan koment yang rada-rada, tapi demi kebahagiaan sang istri akhirnya sampai sekarang doi memilih untuk diam dan bayarin tagihan aku setiap bulannya.Ga banyak kok, cuma, Rp.49.900 ajah. Bebas sampai mabok! 😉



Cengeng, Baperan dan Overthinking

Yess, that’s me!
Itu aku banget, Mak. Dikit-dikit nangis, dikit-dikit baper, segala apa dipikirin yang akhirnya sakit sendiri. *Rasain lo! 😵

Belum lagi ditambah dengan aku sebagai survivor PTSD, mood aku cepet banget nge-swing.
Sejarah singkatnya 2015 lalu aku ada di titik nol banget, lagi masa pemulihan dan saat bener-bener butuh support  orang-orang terdekat, aku kehilangan Mama. Selang sebulan dari kepergian Mama,  aku juga harus kehilangan calon adiknya Aqeela. Lengkap sudah, itu adalah tahun terkelamku, tahun dimana aku bener-bener merangkak untuk bisa bangun lagi. Meski masih di skala bisa tertolong, sampai sekarang aku masih rutin selfhealing dan alamrangka mengurangi jatah ke dokter.😁

Dengan kondisi otak yang ada something itu, aku pribadi harus pinter-pinter menyiasati emosi dan pikiran aku, agar selfhealing terus berjalan dan say bye-bye to the doctor.
Nanti, di postingan berikutnya aku ceritain, deh, tentang PTSD. Biar kita sama-sama belajar dan tahu bahwa menjaga kesehatan mental itu sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Mak….
Ada yang suka baper juga kayak aku?
Akutu pengen banget jadi orang cuek, biar hati aku terselamatkan dari kerusakan dini. *Untung aja bukan made in China, ya, Mak! Hahaha….








You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images