One Day Trip Singapore (Mama's Day Out)

Agustus 04, 2018

Bangun pagi, memulai aktifitas saat para bocah masih tidur dan berakhir saat bocah udah tidur lagi. Sering denger gak sih para Emak mengeluh capek? mengeluh butuh me time? Jujur bukan morning person yang memulai aktivitas rumah tangga di pagi buta yang seolah berburu dengan ayam berkokok hany untuk beres-beres dan semacamnya. Buat aku yang penting nyaman melakukannya, sebisanya dan yang penting itu aku gak mau merebut jatah istirahat badan aku. Mak, tau gak sih? aku kadang suka keteteran kalo bangunnya mepet-mepet jam sibuk per-emak-an. *Hahaha….*
Alhasil sarapan atau bekal AishaQeela beli di warung nasi kuning langganan di depan komplek.
*Sungguh yang ini tidak untuk ditiru yah, Mak!*

Mak, adakah diantara Emak yang merasa capek dan jenuh dengan rutinitas rumah tangga? Yang tetiba pengen balik jadi single? Pernah gak sih? *Aku pernah!*

Kayaknya pengen jalan-jalan sendiri tanpa anak dan suami. Pake sneaker, kaos oblong, jeans robek dan backpack. Turun naik bis atau angkot dan jalan kemana aja yang aku mau, makan sendiri di pojokan resto, lesehan di sudut toko buku dan pas udah capek tinggal pulang balik ke rumah, mandi terus tidur dan bangunnya siang. Huhu... indahnya dunia. *Ampuni mama ya, nak! Maafin aku ya, Beb. Hahaha....*

Menjadi seorang Emak dengan semua ke-multitasking-annya itu butuh nyali besar lho. Jadi kita juga butuh reward untuk diri kita sendiri, berkencan  dengan diri kita sendiri. Nah aku mau cerita tentang me time-nya aku beberapa waktu lalu. Aku mengizinkan diri aku untuk bahagia, jadi aku harus menyempatkan diri menikmati waktu me time. Reward  aku Kediri sendiri kali ini adalah keluar tanpa suami dan anak.  Pas mengajukan ijin keluar rumah TANPA anak, aku agak deg-deg-an juga sih. Secara kali ini aku akan meninggalkan AishaQeela dari pagi sampai malam. Tapi aku menyingkirkan segala pikiran-pikiran yang bisa menyebabkan baper itu. *Pala Emak udah berasap. Hahaha….*

Tentu aja ga sendiri juga, biar ga mati gaya, aku janjian dengan seorang sahabat. Dan yang menjadi pilihan aku waktu itu adalah one day trip Singapore.  *Horee….*

Apa aja yang aku siapin sebelum berangkat? Kemana aja aku  selama di Singapura dan kuliner apa aja yang menjadi pilihan aku disana? Aku juga mau share pengalaman aku masuk ke Singapore Immigration Office. *Duh, ga lagi-lagi deh.*

Sabtu itu aku memilih berangkat dengan kapal ferry pertama dari Sekupang International Ferry Terminal. Berangkat jam 06.15 pagi dan diperkirakan sampai di Singapura jam 08.15 waktu Singapura. Itulah enaknya jadi warga Batam, mau cuss ke Singapura atau Malaysia tinggal nyebrang naik ferry.  Memakan waktu penyebrangan Cuma satu jam ke Singapura dan sekitar dua jam ke Johor Bahru Malaysia. Kemudian melanjutkan perjalanan darat sekitar empat jam untuk sampai ke Kuala Lumpur.
Jadi, pas ke pelabuhan, aku diantar suami, tidak lupa dibekali SGD *Sayang banget ama bininya!*
Dan yang paling penting itu adalah tips ala tour guide. Kebetulan meskipun aku istri seorang tour guide, Alhamdulillah, aku kebanyakan ndekem di rumah aja. *Hahaha… nasibmu, Mak!*

Deg-deg kan juga sih, ini perjalanan pertama aku ke luar negeri, sendirian. *Norak!*

Hmmm… aku ceritanya runut aja ya. Dari pengalaman yang tak akan terlupakan di negeri singa.

Sebenarnya, aku sudah tahu bahwa masa berlaku paspor aku hanya tinggal lima bulan lagi. Dan Singapura itu memberlakukan peraturan masa berlaku paspor ketika masuk ke Singapura itu minimal enam bulan.Tapi aku nekad berangkat dengan harapan nanti begitu antri di Imigrasi Singapura ketemunya sama petugas yang baik dan gak terlalu saklek sama status expired paspor. But, unlucky me. Meskipun dari wajahnya Ibu-ibu berwajah melayu, petugas Imigrasi itu sungguh jauh dari jutek, judes dan serem, tetap saja peraturan adalah peraturan. Gak ada celah untuk si pelanggar aturan.

Singkat cerita, aku diminta masuk ke kantor Imigrasi pelabuhan Singapura dan menjawab beberapa pertanyaan dari petugas. Diakhir kata petugas perempuan berwajah India itu bilang "Ok, now I stamp your passport, but this is the last time. Next, you must renew your passport." Otomatis aku menganggukkan kepala. Bukan apa-apa, aku gam au lama-lama di dalam kantornya, nyali ciut juga dipandangi berpasang-pasang mata begitu.

Alhamdulillah, ternyata ada baiknya ketika berangkat, suami menyarankan aku untuk melakukan early check in untuk ferry pulang ke Batam. Jadi ketika masuk kantor Imigrasi, aku punya alibi kuat untuk bisa diloloskan saja, Toh gak bakal nginep ini di Singapura.  Imigrasi Singapura emang  terkenal ribet dan saklek untuk urusan peraturan.

Nah, tips untuk para emak yang mau me time keluar negeri, jangan lupa pastikan masa berlaku paspor Emak masih panjang. Ke-nekad-tan aku jangan ditiru yah!

Yess, begitu sampai di arrival hall sahabat aku yang memang sudah duluan nyampe di Singapura udah menunggu dengan mata berkaca-kaca. Maklum ini pertama kali kami bertemu setelah bertahun-tahun. Masing-masing kami bahkan sudah punya dua anak. Melepas kangen ala Emak rumahan berdaster agak lebay kali ini. Gaya banget me time nya keluar negeri. *eaa….*Untungnya deket dan bisa balik hari.

Transportasi pilihan kami waktu itu adalah taksi. Setelah mengantri panjang menunggu taksi di depan pelabuhan kami sampai di Kampong Glam. Kenapa memilih Kampong Glam sebagai tujuan pertama? Karena aku belum sempat sarapan ketika berangkat dari rumah. You know? seperti meme viral di jagat maya yang bunyinya lebih kurang seperti ini ; "Jangan lupa sarapan, Beb! Biar kuat menghadapi kenyataan." Ya, kira-kira begitu deh. Kami memilih tidak meninggalkan sarapan.

Kenapa memilih Kampong Glam? Karena sepengetahuan aku, itu pusat Melayu Singapura. Selain lebih ramah dengan lidah ndeso, dari segi harga juga lebih ramah di kantong. Dan yang lebih penting lagi itu adalah halal.
  

Pilihan aku adalah seporsi mie laksa dan air mineral. Mie laksa itu rasanya manis, asam segar, gurih gitu. Campuran bihun putih, potongan tahu goreng, telur rebus, disiram kuah dan sambal merah ala Singapura yang kalo aku bilang sih merah menyala tapi ga ada pedes-pedesnya sama sekali.



 


Kalo suatu hari Emak tersesat mencari makanan halal diSingapura, Kampong Glam adalah pilihan tepat. Deretan kafe-kafe di Kampong Glam punya banyak menu pilihan makanan. Dari masakan ala Melayu sampai ke menu berbau khas India, seperti kare gitu.



\

Sambil menyelam minum air, sambil sarapan sambil jalan-jalan. Di depan kafe tempat kami sarapan, ada masjid yang biasa dikunjungi wisatawan ketika mereka di Singapura, yaitu Masjid Sulthan. Ga salah dong kalau akhirnya Emak menyempatkan untuk mengabadikan photo. Dan... cekrek!




Beberapa blok saja dari Kampong Glam, ada spot photo bagus yang instagramable banget. Ya, Haji Lane Road yang famous ituh. Jadilah kami berjalan santai menuju Haji Lane Road. Sebenarnya ini lebih seperti gang gitu sih kalo di Indonesia. Sepanjang gang banyak kafe ala western disitu. Aku bilang sih ini kampung bule-nya Singapura. 




Puas cuci mata di Haji Lane, kami beringsut menuju kawasan Orchard. Apalagi kalau bukan hunting spanduk merah besar bertuliskan SALE. *emak-emak banget kalo ini mah!*









Tuh, kan! mall adalah destinasi sebagian emak-emak. Selain memang untuk belanja, emak juga bisa puas melirik deretan barang-barang display toko. Kalau punya budget lebih, emak juga bisa menyalurkan hasrat ngeborong saat lagi sale begini. Aku mah santai, ngintip-ngintip aja dulu, nanti baru laporan sama Pak Boss di rumah. *Hahaha....*

Selain segala sesuatu berbau 'branded things' yang terkenal dari Singapura adalah coklat. Hayuuuu fans berat coklat mana nih?






Emak yang suka koleksi kacamata bisa borong disini kalo pas lagi musim sale gini. Sunglass keren-keren ini cuma dibandrol $9.95. Yah kalo dirupiahin cepek ribu lah, kadang suka ada promo 2 for $10. Untungnya aku bukan penggemar kacamata, bukan apa-apa Mak, hidungnya pesek, jadi ga ada tempat nyangkutnya kalo aku yang pake. Gubrak!




Pergi ke Singapura jangan pulang sebelum makan es krim potong ini. Iyah, kayak photo di bawah.  Biasa disebut es krim uncle atau es krim satu dolar. Tapi jangan under estimate dulu sama namanya ya, Mak. Walaupun harganya cuma satu dolar, soal rasa menurutku udah enak banget kok.





Puas ngukur jalan di sepanjang Orchard Road, udah mondar-mandir keluar masuk mall. Sekarang saatnya melanjutkan perjalanan menuju Jurong East. Disana, sahabat saya akan bertemu dengan teman Singapura-nya. Sembari menunggu sahabat saya dengan temannya, aku memilih duduk di food court. Kali ini aku memilih rujak sebagai menu icip-icipku. What? rujak? emang di Batam ga ada rujak apah? Ada, Mak. Tapi beda, rujak disini ada cakwenya. Potongan buah segar dipadu dengan potongan cakwe yang digoreng kering. Jadi ada sensasi kriuk-kriuk gitu. Perpaduan yang unik bukan? Untuk harga menurut aku lumayan mahal, Mak. Seporsi rujak ini dibandrol $4.70, hampir 50 ribu kalo dirupiahin. *emak ngirit ya, bukan pelit!*





Langit Singapura sudah mulai sendu, pertanda Emak harus segera pamit pulang dulu. Sewaktu berangkat pagi itu, aku udah melakukan early check in untuk kepulangan ke Batam. Jadi mo gak mau, rela ga rela Mama's day out udah harus diakhiri sampai di jam 17.50 aja. Dan aku masih punya dua jam sisa untuk bergerak dari Jurong East menuju pelabuhan ferry. 





And you know what, Mak? Lagaknya emak ini setrong banget jauh dari anak-anak. Padahal mah, cengeng juga. Tiap bentar mesti ngecek ke papanya, nanyain anak-anak. Untungnya anak-anak anteng di rumah walaupun mama ga ketemu mama seharian. Kayaknya harus ada Mama's day out part selanjutnya nih, Mak. Beneran refresh lho Mak, walaupun cuma sehari aja. Melakukan hal-hal yang menyenangkan, bernostalgia bersama sahabat, bisa tertawa lepas mengenang kegokilan kita dulu. Sambil ngemil sambil bercerita, sambil nunggu antrian taksi bisa bertukar cerita. 

Sampai di pelabuhan, aku udah ditunggu dengan rentangan tangan duet gadisku Aisha dan Aqeela dengan muka bantalnya. Mungkinkah papanya ngurung anak-anak di kamar trus diajak tidur aja seharian? *duh... patut di curigai nih. Jangan-jangan kamar di bikin jadi kayak kapal pecah.* 


-d14N-





You Might Also Like

1 komentar

  1. Dulu saya pernah udah hampir berangkat traveling ke singapore, tapi sayang gagal karena gak dapet cuti kantor wkwk. Abis baca ini kepingin bikin jadwal traveling kesini. Makasih ya mba infonya 👍🏻

    BalasHapus

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images